Pendidikan sangatlah penting bagi putra putri kita, terutama pendidikan Agama Islam. Banyak masyarakat orang tua wali pada saat musim PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) ingin menyekolahkan sekolah yang basicnya Negeri,SD/SMP/SMA Negeri dengan harapan agar anaknya nanti bisa melanjutkan pada jenjang yang bagus dan sekolah Negeri yang ternama, selain itu juga anak-anaknya nanti bisa bekerja seperti menjadi PNS , diperusahaan yang terkenal dan menjadi orang hebat dan kaya. Inilah paradigma yang sangat keliru dan harus dibuang jauh, sebagai orang tua kita harus pintar dalam mendaftarkan putra putri kita sekolah yang didalamnya memuat pendidikaan agama Islam yang seimbang modern dan tradisional yaitu kurikulum nasional dan kurikulum muatan lokal dinniyyah salafiyyah agar nantinya mereka dewasa ilmunya bisa berguna bagi Agama, Bangsa dan keluarganya kelak dan menjadi imam di tengah tengah masyarakat.
Fenomena yang terjadi, dari kalangan masyarakat dan orang tua wali bahwa pendidikan Agama Islam sudah mulai luntur pada pemikiran dan keinginan orang tua yang antusias menyekolahkan di sekolah dengan pendidikan agama yang kurang, ini menimbulkan anak didik kita pelan-pelan di ajari menjauhkan diri dari Agama. 
Solusi yang tepat,
Bagi kalangan santri dan riwayat keluarga yang senang dengan Mondok, maka anak - anaknya akan di daftarakan di pondok pesantren, ada yang pondok modern atau pondok salafiyah. Seiring zaman yang sudah modern ini, di dunia pendidikan yang ada sekarang banyak menyuguhkan pendidikan swasta seperti MADRASAH atau SMP BERBASIS PESANTREN, Boarding School yang saat ini baru trendnya di Kabupaten Kudus salah satunya adalah lembaga pendidikan formal yaitu "SMP IT QOLSABA",
(المدرسة المتوسطة الإسلامية تخصص قلب سليم البرك)
sekolah yang terletak di Jl. Kudus - Demak
ponpes Al Muayyad Tanggulangin Jati Wetan Kudus, menghadirkan pendidikan dengan perpaduan Kurikulum Nasional, Takhassus Tahfidz Qur'an, Muatan Lokal Takhassus Dinniyah Salafiyah dan juga Pondok Pesantren.
Kenapa sekolah dan harus Mondok?
Pada era Globalisasi ini, segala hal dan kehidupan yang  sudah mulai memakai perlegkapan Informasi dan telekomunikasi ini banyak mempengaruhi anak dengan berbagai macam seperti pergaulan bebas tidak terkontrol, bebas seenaknnya sendiri tanpa ada pengawasan orang tua, miras, Narkoba, dan lain-lain. Disinilah Peran Pondok Pesantren yang nantinya selalu dalam pengawasan,kontrol,dan juga pendidikanya.Tidak diragukan lagi bahwa anak mondok bisa cepat berubah dengan siklus kedewasaan dan pemikiran yg beda memilih dan memilah antar yang baik dan yang batil. Sangat bersyukur putra putrinya di sekolahkan di SMP IT QOLSABA, Walaupun nama sekolahnya SMP swasta, tapi mata pelajarannya sudah berbasis pesantren salafiyyah.
Paradigma orang tua pada sang anak kalau di pondokkan sangat khawatir, ini harus juga dihilangkan jauh seperti khwatir bagaimana dengan mandi, makan dan tidurnya anak, Insya Allah dalam hal kehidupan sehari hari selalu ada pengawasan yang dikelola oleh pengurus pondok dan pengasuhnya.
Selain itu, pendidikan apa sih di SMP IT Qolsaba ini, waktu jam KBM pagi pukul 07.00-13.00 WIB anak anak belajar dengan kurikulum nasional dan dilanjutkan dengan mata pelajaran Takhassus Diniyyah Salafiyyah antara lain mata pelajaran Akhlak, Tauhid, Tasawuf, Tafsir, Hadits, Fikih, Tajwid, Musyafahah, Nahwu Shorof dan Tarikh.
Inilah salah satu trobosan di dunia pendidikan saat ini, jadi anak anak benar benar Bertakwa, Santri, Sholih, Santun dan berwawasan Global.
Kebrtadaan Pesantren dan juga didalamnya ada lembaga pendidikan yang menyatu dalam satu lingkungan yang nyaman dan asri yang akan membuat santri lebih betah dan menyenagkan. Nilai karakter agama dan kemandirian pada peserta didik akan kuat dan nantinya akan bermanfaat bagi agama dan masyarakat umumnya, dirinya dan keluarga khususnya.
(#red.najib).