Meriahnya Seminar Pendidikan Pendahuluan Bela Negara
di Pondok Pesantren Al Muayyad Al Maliky

Dalam rangka meningkatkan rasa cinta tanah air dan solidaritas sesama, Pondok Pesantren Al Muayyad Al Maliky bekerja sama dengan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Kodim Kudus menyelenggarakan seminar Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) bertempat di aula Pondok Pesantren Al Muayyad Al Maliky. Seminar yang bertajuk Peran Santri dalam Menjaga Keutuhan NKRI ini diselenggarakan pada Kamis, 21 Desember 2017.
Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa yang dipimpin oleh KH. M. Zaenuri, seminar yang dihadiri oleh santri putra-putri dari berbagai pondok pesantren di Kudus ini berlangsung meriah dan menyenangkan. Seminar yang berlangsung selama tiga jam ini menghadirkan tiga pembicara.
Pembicara pertama berasal dari Kodim Kudus, Mayor Sagimin menjelaskan tentang pentingnya membangun persatuan dan kesatuan di Indonesia agar terhindar dari upaya radikalisme yang berpotensi menghancurkan keutuhan bangsa. Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa santri memiliki peran penting dalam kemerdekaan Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari pahlawan-pahlawan yang namanya tercatat dalam buku sejarah Indonesia seperti Pangeran Diponegoro dan  Jenderal Sudirman. Menjadi seorang santri yang mencintai tanah air merupakan salah satu wujud membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pembicara kedua yaitu H. Mawahib Afkar, salah satu anggota Komisi B DPRD Kudus, sekaligus wakil ketua GP Anshor Kudus yang menjelaskan tentang perkembangan santri di era sekarang. Selain memiliki kemampuan dalam menyerap ilmu agama seperti nahwu shorof dsb., santri zaman sekarang juga harus pandai dalam bidang pengetahuan dan bijak menggunakan media sosial. Hal tersebut sesuai pesan beliau, Amar maruf bil maruf yang artinya melakukan kebaikan dengan kebaikan.
Pembicara ketiga yaitu Gus Amik, putra mahkota Pondok Pesantren Al Muayyad Al Maliky ini menyampaikan bahwa di dalam hati santri insyaAllah telah tertanam rasa cinta tanah air. Santri senantiasa mampu berjuang memberikan yang terbaik untuk tanah air dengan menyampaikan ilmu-ilmu agama yang telah dipelajari. Di samping itu, beliau juga menjelaskan tentang pentingnya menutupi aib, baik itu aib diri sendiri, aib guru, maupun aib orang lain.
Seminar hari ini ditutup dengan acara foto bersama Pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad Al Maliky, KH. M. Zaenuri dan Hj. Noor Maudhuah, Gus Amik, Mayor Sagimin, Bapak Bambang Irianto dari kantor Kesbangpol, dan H. Mawahib Afkar. Semoga melalui seminar ini, kebersamaan dan silaturahmi tetap terjaga demi keutuhan NKRI tercinta.