Kudus, 26/02/2018, SMP IT QOLSABA ( Islam Takahassus Qolbun Salim Al Bark) yang didirikan 25 Januari 2017 dan mendapatkan izin operasional di Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus pada bulan juni 2017 ini mendapatkan apresiasi yang sangat luar biasa dari kalangan para praktisi pendidikan dan Anggota DPRD Kudus, yaitu Bapak Mawahib Afkar sekaligus pendiri SMP IT Qolsaba. Karena adanya lembaga pendidikan swasta yang memakai kurikulum nasional di tambah Kurikulum agama salafiyah annahdliyyah (kitab kuning salaf) dan program unggulan Tahfidz dan Tahsin Al Qur'an. 

Pada tahun ajaran 2017 semua santri putra putri wajib mondok, semakin banyak adanya masukan permintaan dari calon wali santri dari dukuh sekitar pondok yaitu tanggulangin, barisan, gendok dan wilayah kecamatan jati dan sekitarnya untuk PPDB tahun 2018 ini akan membuka kelas NON PONDOK, karena antusias masyarakat yang ingin mendaftarkan anak-anaknya di sekolahan ini,  jadi nanti santri sehabis KBM langsung pulang.

Kepala Sekolah Syaifuddin Najib,S.Pd.I mengatakan walau nantinya tidak mondok, akan tetapi pelajaran yang di berikan kepada anak tetep sama kurikulumnya. Jadi santri benar benar di bekali ilmu umum dan agama secara terstruktur dan tercapai apa yang diharapkan kami, contoh program unggulan tahfidz 4 jam tatap muka ini akan memberikan pembelajaran bagaimana memahami tajwid dan makhorijul huruf serta teknik dalam hafalan qur'annya, kemudian penambahan mapel dinniyah salafiyah annahdliyyah yang nanti bisa belajar kitab salafi sunni yang di ajarkan di pondok al muayyad.

Pada tahun ajaran baru 2018 ini, kami serentak smp negeri dan swasta sudah memakai kurikukum 13, jadi wali orang tua tidak usah khawatir dan bimbang kalau smp it qolsaba ini sudah diberi izin dari dinas pendidikan terkait dan santri tidak terlantar masalah belajarnya.(red.njb)