*INDONESIA MENGAJI*
💡Tema: Islam Indonesia, Penebar Kedamaian
👳🏻Pembicara: *GUS MUS*
🏢Lokasi: UINSA SURABAYA
🗓Tanggal: 5/3/2018, 21.00
✍🏻 Dr. Nafis (sang pengembara)
******

_Assalamu'alaikum..._

*Nasionalisme*
Sebuah wacana dahsyat yang berkembang menjadi kebangkitan, bahkan meludak menjadi revolusi kemenangan dalam meraih kemerdekaan indonesia.

_Nasionalisme_ telah tumbuh dan menjiwa, memenuhi sanubari tiap manusia indonesia.
Tanpa implementasi dan kontribusi yang benar dan baik, maka nasionalisme hanya akan menjadi angin uap. Terhempas abstrak tak terkendali dan panas.

_*Lanjutnya*_ Gus mus menuturkan, *"Indonesia adalah rumahmu, rumah kita semua"*,  maka jagalah dan rawatlah sebaik mungkin.

Tatkala indonesia masih dalam kehancuran, belum dalam bingkai persatuan dan jauh dari kententraman. Manusia hanyalah budak hina tak tersentuh oleh kedamaian

Jika benar indonesia adalah rumah kita, maka pastilah tidak mungkin dirobohkan atau dibuat buruk.

*Bagaimana bisa, rumah sendiri dihancurkan?* perlu kita renungi makna dari kata *jaga dan rawat*.
Menurut gus mus sangat tepat, karena lucu rasanya kalau rumah sendiri dirusak dan tidak diperbaiki.

*Tidak usah banyak ungkapan atau kata-kata, jika kita tak punya sikap dan nilai kebaikan*

Kata hanya akan menyorot pandangan terbalik untuk berbagai pihak, membuka peluang ketidak harmonisan dan merapuhkan pendirian
Tetapi kata juga dapat menjadi senjata utama dalam dakwah, menebar kebenaran dan mengajak kepada kesejahteraan. Maka pilihlah kata yang sesuai supaya tetap terjaga baik.
*****

*Sosok gus mus, memandang Indonesia sangatlah unik dan istimewa.* Bagaimana bisa??
Dengan santai gus mus memaparkan dengan guyonan ala santri.
*Coba tengok,* banyak gambar di belakang truk bertuliskan *"ISEH ENAK JAMANKU THO"*. Kata yang singkat namun penuh makna, itu adalah ungkapan pak harto. Beberapa arti yang dimaksudkan adalah *PROSES*.

Sedikit nostalgia, gus mus mengungkapkan *tentang lucunya indonesia saat ini dan bedanya indonesia zaman dulu.*

Singkatnya ialah *APAKAH KITA BERPROSES*
Kita dapat merasakan gelar sarjana, profesor, hakim, bahkan gus. Tetapi urusan yang kecil saja terkadang tersisihkan, terbengkalai. *Apakah kita sudah dijalan proses yang benar?*
Jawabanya ada pada diri masing-masing.

KOMITMEN ataupun istiqomah menjadi salah satu tonggak menegakkan kemandirian dan keteguhan
******

_*Lanjutnya...*_ gus mus menuturkan, terkadang memahami sesuatu tidak butuh repot.
Solusi hal itu adalah *"Ilmu MALAKA"*, ujar gus mus.

Apapun yang kita lakukan terkadang sesuai rasa, tanpa adanya kesulitan pemahaman.

*"Lantas, apakah rasa bisa disalahkan?"* Tentu tidak bisa. Karena setiap jiwa memiliki rasa.
Malaka merupakan rasa yang otomatis hadir dalam diri manusia. Ibaratkan ngaji *"Jaa a zaidun"* dibacanya benar, walau beberapa orang tidak tau kaidahnya / bahkan tidak tau sama sekali. Itu contoh sederhananya
Jawaban variasi yang pas adalah MALAKA -Penting enak di dengar, dan enak dirasa.. *Tapi apa hasilnya?* Tetap dibenarkan walau tanpa kaidah, walau tidak mengetahuinya.
*****

*INDONESIA*
Terkenalnya orang-orang ramah, saking ramahnya mereka berbuat hal-hal yang berbeda dan bisa menggemparkan sampai ke penjuru pelosok.

Jika terdapat hal berbeda, maka sepatutnya kita menghargai dan menela'ah kembali. Karena *dari perbedaan akan muncul persamaan.* bukan malah maju memupuk permasalahan.

Tetap kita rasakan nikmat, tersirat dalam kata ISLAM INDONESIA, PENEBAR KEDAMAIAN. sebagai Grand Tema pertemuan malam keindahan.

*Gus mus mengatakan: SIAPA YANG BERAGAMA HARUS NGAJI, SIAPA YANG INGIN DUNIA HARUS NGAJI, SIAPA YANG INGIN AKHIRAT HARUS, SIAPA YANG INGIN DUNIA DAN AKHIRAT HARUS NGAJI*

Begitulah ungkapan gus mus, ditegaskan dengan kata *"di atas langit masih ada langit, di bawah kebodohan masih ada yang lebih bodoh"*
Jadi, dimanapun dan kapanpun tetaplah dalam nilai-nilai kebenaran, kebaikan, bersungguh-sungguh dalam mempertimbangkan segala hal.

Indonesia sangat berjasa bagi setiap jiwa, bukan hanya belajar tapi juga mengajar.

MENGAJAR bisa dilakukan siapa saja dan memiliki tingkat kemampuan berbeda, maka mengajarlah dengan keikhlasan.

Setiap yang belajar dan mengajar haruslah bisa MENGHORMATI. Maka ia pasti akan dihormati pula

secara luas kata MENGHORMATI dapat dimaknai tidak bersikap diskriminasi kepada siapapun

*"Semangatnya indonesia dari kita, untuk kita, bagi kita sebagai rahmatan lil alamin"*
*****

*Terakhir,* point penting diungkapkan adalah temukanlah kesadaran dalam diri kita.

Sadar dengan adanya HATI, untuk menuai KEHARMONISAN bersama, menjaga dan menjunjung tinggi TOLERANSI, menanamkan nilai PENDIDIKAN, bersikap baik dengan BUDI PEKERTI, serta sepatutnya berprilaku AKHLAQUL KARIMAH.
*****

_Wassalamu'alaikum_

...........
#semoga manfaat😊
NB: mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan