Menyambut 1 Muharram 1447 Hijriah dan fadhilah bulan Muharram.
Oleh : Syaifuddin Najib, S.Pd.I., M.Pd 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu Wata'ala yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, serta nikmat umur sehingga kita bisa bersama-sama menyambut datangnya tahun baru Islam, 1 Muharram 1447 Hijriah. 

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shollallhu 'Alaihi Wasallam, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Hari ini kita berada di ambang awal tahun baru Hijriah. 1 Muharram bukan hanya sekadar pergantian waktu, tetapi merupakan momen penting untuk merenungi kembali perjalanan hidup kita, memperbaiki diri, serta memperkuat niat dalam menjalani hari-hari mendatang dengan lebih baik dan lebih taat kepada Allah SWT.

Muharram adalah bulan yang mulia. Dalam Islam, Muharram termasuk dalam empat bulan haram (suci), sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan… di antaranya empat bulan haram…” (QS. At-Taubah: 36)

Empat bulan itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Di bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dan menjauhi segala bentuk dosa, karena pahala dilipatgandakan dan dosa pun lebih besar balasannya.

Fadhilah Bulan Muharram sangatlah banyak, di antaranya:

1. Bulan Allah (Syahrullah) Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.”
(HR. Muslim)

Artinya, Muharram adalah waktu istimewa untuk memperbanyak puasa sunnah, terutama pada tanggal 9 dan 10 Muharram, yang dikenal dengan puasa Tasu’a dan Asyura.

2. Hari Asyura (10 Muharram)
Pada hari ini, banyak peristiwa penting terjadi, di antaranya diselamatkannya Nabi Musa dari kejaran Fir’aun. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam pun menganjurkan kita berpuasa pada hari Asyura karena dapat menghapus dosa setahun yang lalu.

3. Waktu yang tepat untuk hijrah spiritual Tahun baru Islam adalah momen yang tepat untuk berhijrah, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara jiwa dan akhlak. Dari malas menjadi rajin, dari lalai menjadi taat, dari maksiat menuju taubat.

Hadirin sekalian,
Marilah kita sambut tahun baru Hijriah ini dengan penuh syukur dan harapan, serta kita jadikan bulan Muharram sebagai momentum introspeksi dan perbaikan diri. Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu mengisi tahun ini dengan amal sholeh, keikhlasan, dan keteguhan iman.

Akhir kata, semoga di tahun 1447 Hijriah ini, kita semua senantiasa diberi kekuatan, kesehatan, serta keberkahan hidup oleh Allah SWT.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.