KEGIATAN BAIAT SANTRI BARU PONDOK PESANTREN AL MUAYYAD AL MALIKY TAHUN PELAJARAN 2025/2026 RESMI DIBUKANYA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR.
Jati, 29/7/2025. Kudus – Pondok Pesantren Al Muayyad Al Maliky Jati Kudus kembali menggelar kegiatan tahunan Baiat Santri sebagai bagian dari proses pembinaan awal bagi santri baru tahun pelajaran 2025/2026. Acara ini berlangsung khidmat dan penuh haru, dengan dihadiri oleh pengasuh pondok, jajaran asatidz/asatidzah, serta para santri dan wali santri.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan baiat yang memiliki nilai strategis dalam membangun karakter dan jati diri santri sejak dini.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Kita panjatkan syukur kepada Allah Subhanahu Wata'ala atas nikmat iman, Islam, dan kesehatan yang memungkinkan kita berkumpul dalam acara penting ini,” ujar Syaifuddin Najib mengawali sambutan kepala sekolah.
Baiat santri, menurut beliau, bukan sekadar seremonial, melainkan sarana membentuk komitmen moral, spiritual, dan akademik santri terhadap proses pendidikan pesantren.
Tujuan Diadakannya Baiat Santri. Kepala sekolah menjelaskan setidaknya lima tujuan utama baiat santri:
1. Meneguhkan niat dan komitmen santri agar tulus dalam menuntut ilmu karena Allah Subhanahu Wata'ala.
2. Mengikat santri dengan adab dan etika kepesantrenan, seperti ta’dzim kepada guru, keikhlasan, dan kesungguhan dalam belajar.
3. Membangun tanggung jawab spiritual, menjadikan proses menuntut ilmu sebagai ibadah.
4. Menanamkan loyalitas dan rasa memiliki terhadap pesantren, agar santri turut menjaga dan memajukan lembaga.
5. Menghubungkan santri dengan rantai keilmuan ulama salaf, membentuk kesinambungan nilai dan sanad keilmuan.
Manfaat Baiat bagi Santri. Selain tujuan, beliau juga memaparkan lima manfaat utama baiat bagi para santri:
1. Memperkuat ruhiyah (spiritualitas) untuk menghadapi tantangan belajar.
2. Menjaga kesucian niat, agar tetap ikhlas dan penuh adab.
3. Meningkatkan disiplin dan ketaatan terhadap peraturan dan guru.
4. Membangun kepercayaan diri dan keteguhan hati dalam perjalanan pendidikan.
5. Membuka pintu keberkahan ilmu, baik secara lahir maupun batin.
Acara ditutup dengan doa bersama dan siraman serta pengambilan sumpah baiat secara simbolis, yang dipandu langsung oleh pengasuh pondok pesantren. Suasana haru dan penuh kekhusyukan mewarnai malam itu, menandai awal perjalanan baru bagi para santri dalam dunia kepesantrenan yang sarat nilai dan makna.
Semoga kegiatan ini menjadi titik awal yang penuh berkah bagi seluruh santri dalam menuntut ilmu dan membentuk akhlak mulia,” pungkas Kepala Sekolah menutup sambutannya.
0 Comments