Selasa, 25 Nopember 2025
Oleh : Ustadz Syaifuddin Najib, S.Pd.I., M.Pd.
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. Segala puji hanya milik Allah ﷻ, Tuhan semesta alam, yang telah melimpahkan nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Peringatan Hari Guru Nasional dengan penuh kebahagiaan dan keberkahan.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Agung Muhammad ﷺ, sang pendidik utama, pembawa risalah, pembimbing umat, beserta keluarga, sahabat, dan pengikut beliau hingga akhir zaman.
Yang terhormat para guru, ustadz dan ustadzah, para santri, serta seluruh hadirin yang dirahmati Allah Subhanu Wata'ala.
Hadirin yang berbahagia…
Hari Guru Nasional bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi momentum untuk merenungkan betapa agung dan mulianya peran seorang pendidik dalam Islam. Allah ﷻ mengangkat derajat para ahli ilmu dan pengajar dengan firman-Nya:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ.
"Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
(QS. Al-Mujādalah: 11)
Ayat ini menunjukkan bahwa kedudukan ilmu sangat tinggi, dan guru sebagai penyampai ilmu memiliki kemuliaan yang luar biasa di sisi Allah.
Rasulullah ﷺ pun mengajarkan kepada kita tentang tingginya derajat seorang pendidik. Beliau bersabda:
Dari Abu Umamah al-Baahili radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ، لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ »
“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat, serta semua makhluk di langit dan di bumi, sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di lautan), benar-benar bershalawat/mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan (ilmu agama) kepada manusia”.
Hadis ini menggambarkan bahwa pengajar kebaikan, yaitu para guru, mendapatkan doa kebaikan dari seluruh makhluk Allah. Ini adalah kemuliaan yang tidak diberikan kepada profesi lainnya.
Para guru yang mulia…
Ijinkan kami pada kesempatan ini menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan perjuangan yang tidak pernah padam. Di tengah tantangan zaman, perubahan kurikulum, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial masyarakat, para guru tetap teguh menjalankan amanah mencerdaskan generasi.
Guru bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai kehidupan. Guru-lah yang menanamkan kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, dan akhlak mulia. Bahkan dalam Islam, guru sering disandingkan dengan orang tua kedua setelah ayah dan ibu.
Imam Al-Ghazali mengatakan:
"Guru adalah orang yang mewarisi tugas para nabi." Hal ini turut diterangkan dalam sebuah riwayat hadits:
أَنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِثُوا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَمًا. إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ. فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِخَطٍ وَافِرٍ. (رواه ابن ماجه)
Artinya: "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya, para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Maka barang siapa yang mengambil ilmu itu, ia telah mendapat bagian yang banyak." (HR Ibnu Majah)
Sebab para nabi datang membawa ilmu dan membimbing umat kepada kebaikan—dan tugas itu dilanjutkan oleh para guru setelah wafatnya para nabi.
Ma’asyiral hadirin yang dirahmati Allah…
Dalam kehidupan sehari-hari, kita menyadari bahwa kesuksesan seseorang tidak lepas dari jasa gurunya. Bahkan seorang ulama besar seperti Imam Syafi'i pernah berkata:
“Siapa yang menginginkan keberhasilan di dunia maka wajib dengan ilmu. Siapa yang menginginkan keberhasilan di akhirat maka wajib dengan ilmu. Dan siapa yang menginginkan keduanya maka wajib dengan ilmu.”
Ilmu adalah jalan menuju keselamatan, dan guru adalah pembuka jalan itu. Karena itu, menghormati guru adalah bagian dari adab dalam Islam. Dalam Hadits disebutkan :
مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللَّهَ
Hadis ini memiliki arti, "Barang siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah". ((HR. Abu Daud dan At-Turmuzi).
Maka bagian dari rasa syukur kita kepada Allah adalah dengan berterima kasih kepada guru-guru kita.
Kepada para siswa dan santri…
Hari Guru mengingatkan kita bahwa keberkahan ilmu itu sangat bergantung pada bagaimana adab kita kepada guru. Hormati guru, dengarkan nasihatnya, dan doakan ia setiap selesai belajar. Sebab keberkahan ilmu bukan hanya dari banyaknya materi, tetapi dari hati yang tawadhu’ kepada orang yang mengajarkan ilmu.
Penutup dan Doa
Akhirnya, marilah bersama-sama memohon kepada Allah:
"Ya Allah, berkahilah para guru kami. Lapangkan rezekinya, kuatkan kesabarannya, sehatkan tubuhnya, dan jadikan ilmu yang mereka ajarkan sebagai cahaya penerang bagi kehidupan kami. Ya Allah, catatlah setiap langkah, setiap huruf, setiap peluh, setiap doa, dan setiap usaha mereka sebagai amal jariyah yang tidak terputus hingga yaumil qiyāmah."
ٱمين. ٱمين. ٱمين يارب العالمين
Demikian sambutan yang dapat saya sampaikan.
Semoga acara ini membawa keberkahan dan menambah kecintaan kita kepada ilmu dan para pengajarnya.
Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
0 Comments