PESAN GURU UNTUK SANTRI
Hari Guru Nasional 
25 Nopember 2025
Lembaga Qolsaba – Pondok Pesantren Al Muayyad Al Maliky, Jati, Kudus**

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Yang kami hormati,
Umi, Gus Amik & Ning Afthin.
para kiai, para ustadz dan ustadzah, serta seluruh pendidik di Lembaga Qolsaba Pondok Pesantren Al Muayyad Al Maliky, Jati, Kudus.
Yang kami banggakan, para santri sekalian.

Pada kesempatan peringatan Hari Guru Nasional tahun 2025 ini, izinkan kami menyampaikan beberapa pesan penting sebagai nasihat dan pengingat bagi kita semua, khususnya para santri yang sedang menempuh jalan ilmu.

Pertama, jadilah santri yang disiplin.
Disiplin adalah adab yang dijunjung tinggi di pesantren. Imam Syafi’i menegaskan bahwa kesungguhan dan kedisiplinan adalah kunci meraih keberhasilan. Maka jagalah waktu, peraturan, dan amanah yang telah diberikan kepada kalian.

Kedua, jangan sia-siakan waktu untuk belajar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Dua kenikmatan yang sering disia-siakan manusia: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Gunakan setiap kesempatan untuk menuntut ilmu, karena masa muda adalah masa terbaik untuk menanam sebanyak-banyaknya bekal untuk masa depan.

Ketiga, syukurilah anugerah dapat belajar di bawah bimbingan guru, ustadz, dan kiai.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi.”
Melalui merekalah kalian mengenal adab, mengenal ilmu, bahkan mengenal siapa Tuhan kalian.
Guru adalah sosok yang mengenalkan kita kepada Sang Pencipta, Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, mengajarkan akhlak mulia, dan menuntun langkah para santri menuju jalan yang diridhai-Nya.

Keempat, pahamilah pentingnya mempelajari ilmu agama dan ilmu umum.
Ilmu agama menuntun hati, sedangkan ilmu umum menuntun langkah di kehidupan dunia.
Keduanya adalah cahaya. Keduanya saling melengkapi.
Imam al-Ghazali berkata: “Ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada hati yang bermaksiat.”
Belajarlah dengan niat yang lurus, agar Allah memudahkan pemahaman kalian dalam seluruh bidang ilmu.

Kelima, renungkanlah betapa mulianya sosok guru.
Guru mengajar tanpa lelah, berjuang dalam diam, dan berdoa tanpa henti agar muridnya menjadi insan yang bermanfaat.
Sebagaimana hadits:
“Allah, para malaikat, penghuni langit dan bumi, bahkan semut di sarangnya dan ikan di laut, semuanya mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan.” (HR. Tirmidzi)

Keenam, jangan pernah membuat guru kecewa.
Jagalah adab, jaga lisan, jaga kesungguhan belajar.
Kebahagiaan guru bukan pada hadiah, melainkan pada akhlak dan keberhasilan muridnya.

Akhirnya, semoga Allah menjadikan para santri Lembaga Qolsaba Pondok Pesantren Al Muayyad Al Maliky sebagai generasi yang berilmu, beradab, dan beramal saleh.
Semoga para guru kita selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan pahala yang terus mengalir tanpa putus.

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.